PMTU UBB Perkuat Literasi AI Siswa SMA di Belitung, Ajarkan Etika hingga Cara Verifikasi Informasi
Pengabdian kepada Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) Tahun 2026 dengan mengusung tema "Penguatan Literasi Digital di Sekolah: Implementasi Program Edukasi Inovatif berbasis Artificial Intelligence" akan dilaksanakan pada 4–5 Agustus 2026 di SMAN 1 Tanjung Pandan dan SMAN 1 Manggar, Kabupaten Belitung. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Bangka Belitung dalam memperkuat kapasitas literasi digital generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Tim PMTU terdiri atas Yudi Septiawan (Program Studi Hubungan Internasional) selaku ketua tim, Donny Adiatmana Ginting (Program Studi Sastra Inggris), Laurentinus (Program Studi Bisnis Digital), serta Riesti Eksani (Mahasiswi Program Studi Ilmu Politik). Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang komprehensif dalam membangun pemahaman siswa mengenai pemanfaatan AI secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.
Ketua Tim PMTU, Yudi Septiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung. Menurutnya, program ini hadir sebagai bentuk respons akademik terhadap semakin masifnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya di dunia pendidikan.

"Artificial Intelligence telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan menggunakan AI, tetapi juga dengan pemahaman mengenai etika, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi tersebut," ungkap Yudi.
Melalui kegiatan ini, para siswa akan memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan berbagai platform AI sebagai pendukung proses belajar, teknik menyusun prompt yang efektif, strategi memverifikasi informasi yang dihasilkan AI, serta pentingnya menjaga integritas akademik di era digital. Dengan demikian, AI tidak dipandang sebagai pengganti proses berpikir, melainkan sebagai alat yang mampu meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kualitas pembelajaran apabila digunakan secara bijaksana.

Selain itu, literasi AI juga menekankan pentingnya kemampuan menyaring (filtering) setiap informasi yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan sebelum digunakan maupun disebarluaskan. Informasi yang diperoleh melalui AI tetap memerlukan proses verifikasi terhadap sumber yang kredibel, sehingga siswa tidak mudah terjebak pada informasi yang keliru, bias, atau bahkan hoaks. Kesadaran ini menjadi semakin penting mengingat tingginya intensitas penyebaran informasi melalui berbagai platform media sosial.
Kegiatan PMTU ini juga mendapat dukungan dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Sonya Anggia Sukma. Dalam kesempatan tersebut, Sonya menyampaikan pentingnya membangun budaya literasi digital yang sehat melalui media penyiaran, baik televisi maupun radio, sebagai bagian dari ekosistem informasi yang bertanggung jawab.
Menurut Sonya, penguatan literasi AI tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis dalam menggunakan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter digital masyarakat. Kemampuan untuk berpikir kritis, memahami etika bermedia, mengenali disinformasi, serta memanfaatkan AI secara produktif merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh generasi muda agar mampu menjadi warga digital (digital citizen) yang cerdas dan bertanggung jawab.

Penguatan literasi digital melalui implementasi program edukasi berbasis Artificial Intelligence ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan transformasi digital di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Melalui sinergi antara Universitas Bangka Belitung, sekolah, dan KPID Kepulauan Bangka Belitung, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, beretika dalam bermedia, mampu mengelola informasi secara bertanggung jawab, serta memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, inovasi, dan daya saing di masa depan.